BlogProfileWomen

Srikandi Indonesia sebagai Stafsus Millenial Presiden

Hai Youthers. Tahukah kamu, kalau tiga dari tujuh Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden RI ke-7, Bapak Joko Widodo, adalah seorang srikandi perempuan? Keberadaan perempuan di era ini, di berbagai posisi dan bidang merupakan hal yang lumrah. Banyak perempuan yang berkarya dan berdaya di berbagai bidang, mulai dari entertainment, bisnis, pendidikan, sosial, hingga politik. Di bidang politik, banyak posisi menteri hingga pejabat publik yang dipegang oleh perempuan, termasuk staf khusus presiden berikut. Hmm, pasti Sobat Youthers sudah tidak sabar untuk menantikan ulasan menarik ini kan..

Jadi, siapa saja tiga srikandi Indonesia yang akan kita ulas kali ini? Yuk cekidot..

Putri Indah Sari Tanjung

Putri Indahsari Tanjung. Dari nama belakangnya saja kita sudah tau pasti yaa kalau Kak Putri merupakan anak dari salah satu konglomerat terkemuka tanah air. Yup, siapa lagi kalau bukan Chairul Tanjung. Srikandi kelahiran 22 September 1996 ini sudah terlihat bakat bisnisnya sejak sekolah dengan membangun Creativepreneur Creator (CC). Dimulai dari event ulang tahun teman sebagai project pertamanya, Kak Putri mengatakan bahwa pada event tersebut, ia hanya menghasilkan keuntungan sebesar Rp 15.000,- saja. Meski demikian, Kak Putri pantang menyerah dan terus berusaha serta belajar sehingga project CC terus berlanjut dan dapat mengadakan roadshow event di berbagai kota di Indonesia. Selain sebagai Founder sekaligus CEO dari Creativepreneur Creator, Kak Putri juga berkarya sebagai CBO dari KREAVI, sebuah platform pencarian talenta kreatif di Indonesia. Di perusahaan milik ayahnya, CT Corp, Kak Putri menjabat sebagai CXO alias Chief Experience Officer. Hmm, sungguh berdaya yaa Kak Putri ini Sobat Youthers!

Ayu Kartika Dewi

Ayu Kartika Dewi merupakan seorang srikandi yang selalu mengkampanyekan nilai-nilai toleransi serta kesetaraan. Lulusan Pascasarjana Duke University Fuqua School of Business, Amerika, ini memiliki inisiatif untuk membangun program Sabang Merauke paska mengikuti program Indonesia Mengajar di Halmahera Selatan pada tahun 2010. Sabang Merauke didirikan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, sosial, serta ilmu pengetahuan melalui program pertukaran pelajar-pelajar antar daerah di Indonesia. Selain berfokus pada bidang pendidikan, Kak Ayu juga concern pada hal-hal terkait Islam dengan mendirikan Milenial Islami. Milenial Islami merupakan sebuah program keislaman yang moderat serta mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta mempromosikan bernalar kritis dalam mempelajari nilai-nilai keislaman yang berada dibawah naungan Indika Foundation. Selain itu, Kak Ayu saat ini juga menjabat sebagai Managing Director dari Indika Foundation, looh! Wow, keren yaa pencapaiannya Kak Ayu!

Angkie Yudistia

Angkie Yudistia merupakan founder dari Thisable Enterprise. Thisable Enterprise merupakan wadah pemberdayaan para penyandang disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan disabilitas dan pasar tenaga kerja. Yup, Kak Angkie merupakan srikandi penyandang disabilitas tuna rungu. Meski demikian, tanpa patah semangat, Kak Angkie terus mengejar mimpinya. Keberuntungan berpihak padanya saat 2008 ia menjadi finalis dari Abang None Jakarta Barat. Selain itu, pada tahun yang sama, Kak Angkie juga mendapatkan penghargaan sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008. Kak Angkie juga sudah menerbitkan tiga buah buku, yaitu “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas” pada tahun 2011, “Setinggi Langit” pada 2013, dan buku ketiganya “Become Rich as Sociopreneur” pada tahun 2019. Waahh, gigih sekali yaa Kak Angkie ini!

So, gimana Sobat Youthers? Sangat Menginspirasi sekali kan ketiga srikandi Indonesia ini. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari ketiga srikandi diatas, mulai dari semangat pantang menyerah, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, serta terus mengejar mimpi dan cita-cita. Menjadi perempuan, terutama di Indonesia, bukanlah halangan untuk kita memberikan kontribusi nyata bagi orang-orang terdekat sekaligus masyarakat sekitar kita. Justru dengan menjadi seorang perempuan, jadilah perempuan yang berdaya dan berkarya, terutama untuk pengembangan diri kita sendiri dan masyarakat lainnya. Jadi, masih mau males-malesan dan rebahan? Yuk get up, make up, and stand up for ourselves.

Jangan lupa juga untuk membaca ulasan mengenai Stafsus Presiden yang lainnya disini ya, Sobat Youthers. Ciayou!

Leave a Reply

Your email address will not be published.